Rabu, 26 Juni 2013

Musik Dari Sahabat Dan Gitarnya



Namaku Erwin, dan setiap hari selalu kujalani hidup sendiri tanpa ada orang lain yang menemani. Kupasang headset di telingaku guna terlihat sibuk dan keren. Ditemani lagu-lagu “Peterpan” yang merupakan teman saat aku benar-benar diam menyendiri.
            Percaya diri selalu jadi masalah saat nada-nada yang kudendangkan telah usai kudengarkan. Suasana hening menambah rasa nerveous dalam diri untuk menyapa dunia luar. Dan terkadang saat lagu itu selesai bernyanyi, kata-kata dunia sekitar mulai terdengar menggoyahkan hati dari halusinasi.
            Andre, adalah seorang sahabat yang hadir di kehidupanku sejak 7 tahun silam, tepatnya saat aku memasuki kelas 1 SMP. Bermula ketika aku sedang mendengarkan musik di pojok kelas. Dia tiba-tiba mengha

mpiriku dan berkata-kata. Karena kusadari dia berbicara padaku, maka segera kulepas headset yang menempel di telingaku. “Win, mau request lagu apa?” kata Andre sambil memegang gitarnya. Aku segera membalas “Terserah kamu aja Ndre, aku kan yang denger”. Selepas itu dia memainkan sebuah lagu Peterpan yang berjudul “Sahabat”. Ternyata musik yang dimainkannya membuatku tertarik untuk ikut juga bernyanyi. Setelah itu baru kusadari bahwa musik terbaik tidak sekedar tercipta dari lagu rekaman yang sudah jadi, lagu live yang kami nyanyikan lebih seru!!!
            Aku mulai terbuka pada  orang-orang yang disekelilingku semenjak hari-hari berlalu bersama gitar dan nyanyian mereka. Andre dan kawan-kawan sempat mengajakku untuk bermain bulutangkis sehabis pulang sekolah. Anehnya, main bulutangkis diwarnai beberapa kelompok yang terbagi 2. Yang sedang main bulutangkis asik dengan permainannya, sedangkan yang sedang menjadi penonton malah asik bermain gitar dan bernyanyi. Semua hal itu menjadi kenangan terindah yang tidak akan pernah aku lupakan semasa remajaku.
            Naik kelas 2, aku dan Andre sudah tidak satu kelas lagi. Sehingga, setiap istirahat sekolah aku selalu ke kelasnya untuk bermain. Dia juga selalu tertarik untuk menawarkan belajar gitar bersamanya. Aku juga mulai sadar jika tidak ada Andre , tidak aka nada music yang mewarnaiku selama ini. Dari pemikiran tersebut, aku mulai menyanggupi dan mau belajar gitar bersama Andre.
            Aku sangat beruntung mempunyai sahabat yang benar-benar mengerti keadaanku. Dan dia benar-benar selalu melibatkanku untuk segala aktivitasnya. Dulu, dia sempat mengajakku untuk ikut melihat latihannya di studio. Aku mulai mengerti musik yang sebenarnya sejak dia melibatkanku dalam segala aktivitasnya. Ternyata musik tidak sekedar mendengar dan tahu menikmatinya. Melainkan musik juga adalah jiwaku sendiri yang harus kukemas menjadi sebuah alulan untuk menghibur diri maupun orang lain.
            Tidak terasa  aku mulai naik kelas 3 SMP. 2 tahun yang kulalui benar-benar membuatku mengerti musik. Walaupun sahabatku benar-benar berbeda kelas, gitar yang bisa aku pinjam darinya membuatku bisa mengenal lebih dekat teman-teman sekelasku. Gitar itu kupinjam setelah hari-hariku belajar bersama Andre, yang sudah kuanggap sahabat terbaik dalam hidupku. Oleh karena dia, aku mulai mengenal banyak interaksi yang bermacam-macam disekitarku. Musik mengenalkanku pada semua hal yang ada dalam hidupku.
            Sampai dipenghujung semester akhir dari kelas 3, aku mulai berpikir harus berpisah pada Andre dan gitarnya sendiri. Mengingat SMA yang kami rencanakan berbeda kota, aku mulai sedih dan aku benar-benar tak tahu harus berbuat apa. Sebenarnya aku ingin terus bersama sahabat terbaikku, namun SMA yang kami tuju benar-benar berbeda. Tak kusangka, dia memberikan gitarnya dengan alasan agar aku menjadi pemain gitar handal yang bisa dia rekrut seandainya dia menjadi seorang produser.
            Semenjak semua itu berlalu, kulalui hidup ini dengan gitarnya yang selalu kupakai dan kujaga sampai saat ini aku berkuliah semester 2. Gitar Andre benar-benar sebuah sahabat replikanya sendiri yang memberiku banyak teman melalui musik yang tercipta dari jiwaku sendiri. Sampai saat ini, ingin selalu ku berikan lagu-lagu yang kuciptakan sendiri untuk sahabatku yang kini entah dimana itu. Andre, andai saja kamu tahu aku ini sudah jadi anak band, mungkin kamu akan bangga dan mengerti arti musik bagi hidupku.

1 komentar:

  1. Hidup tanpa musik, pasti hampa! Kita bersyukur dengan adanya berbagai macam aliran musik! Menikmatinya sesuai dengan selera masing-masing!

    BalasHapus