Namaku Erwin, dan setiap
hari selalu kujalani hidup sendiri tanpa ada orang lain yang menemani. Kupasang
headset di telingaku guna terlihat
sibuk dan keren. Ditemani lagu-lagu “Peterpan” yang merupakan teman saat aku benar-benar
diam menyendiri.
Percaya diri selalu jadi masalah saat nada-nada yang
kudendangkan telah usai kudengarkan. Suasana hening menambah rasa nerveous dalam diri untuk menyapa dunia
luar. Dan terkadang saat lagu itu selesai bernyanyi, kata-kata dunia sekitar
mulai terdengar menggoyahkan hati dari halusinasi.
Andre, adalah seorang sahabat yang hadir di kehidupanku
sejak 7 tahun silam, tepatnya saat aku memasuki kelas 1 SMP. Bermula ketika aku
sedang mendengarkan musik di pojok kelas. Dia tiba-tiba menghampiriku dan berkata-kata. Karena kusadari dia berbicara padaku, maka segera kulepas headset yang menempel di telingaku. “Win, mau request lagu apa?” kata Andre sambil memegang gitarnya. Aku segera membalas “Terserah kamu aja Ndre, aku kan yang denger”. Selepas itu dia memainkan sebuah lagu Peterpan yang berjudul “Sahabat”. Ternyata musik yang dimainkannya membuatku tertarik untuk ikut juga bernyanyi. Setelah itu baru kusadari bahwa musik terbaik tidak sekedar tercipta dari lagu rekaman yang sudah jadi, lagu live yang kami nyanyikan lebih seru!!!
Aku mulai terbuka pada
orang-orang yang disekelilingku semenjak hari-hari berlalu bersama gitar
dan nyanyian mereka. Andre dan kawan-kawan sempat mengajakku untuk bermain
bulutangkis sehabis pulang sekolah. Anehnya, main bulutangkis diwarnai beberapa
kelompok yang terbagi 2. Yang sedang main bulutangkis asik dengan permainannya,
sedangkan yang sedang menjadi penonton malah asik bermain gitar dan bernyanyi.
Semua hal itu menjadi kenangan terindah yang tidak akan pernah aku lupakan
semasa remajaku.
Naik kelas 2, aku dan Andre sudah tidak satu kelas lagi.
Sehingga, setiap istirahat sekolah aku selalu ke kelasnya untuk bermain. Dia
juga selalu tertarik untuk menawarkan belajar gitar bersamanya. Aku juga mulai
sadar jika tidak ada Andre , tidak aka nada music yang mewarnaiku selama ini.
Dari pemikiran tersebut, aku mulai menyanggupi dan mau belajar gitar bersama
Andre.
Aku sangat beruntung mempunyai sahabat yang benar-benar
mengerti keadaanku. Dan dia benar-benar selalu melibatkanku untuk segala
aktivitasnya. Dulu, dia sempat mengajakku untuk ikut melihat latihannya di
studio. Aku mulai mengerti musik yang sebenarnya sejak dia melibatkanku dalam
segala aktivitasnya. Ternyata musik tidak sekedar mendengar dan tahu menikmatinya.
Melainkan musik juga adalah jiwaku sendiri yang harus kukemas menjadi sebuah
alulan untuk menghibur diri maupun orang lain.
Tidak terasa aku
mulai naik kelas 3 SMP. 2 tahun yang kulalui benar-benar membuatku mengerti
musik. Walaupun sahabatku benar-benar berbeda kelas, gitar yang bisa aku pinjam
darinya membuatku bisa mengenal lebih dekat teman-teman sekelasku. Gitar itu
kupinjam setelah hari-hariku belajar bersama Andre, yang sudah kuanggap sahabat
terbaik dalam hidupku. Oleh karena dia, aku mulai mengenal banyak interaksi
yang bermacam-macam disekitarku. Musik mengenalkanku pada semua hal yang ada
dalam hidupku.
Sampai dipenghujung semester akhir dari kelas 3, aku
mulai berpikir harus berpisah pada Andre dan gitarnya sendiri. Mengingat SMA
yang kami rencanakan berbeda kota, aku mulai sedih dan aku benar-benar tak tahu
harus berbuat apa. Sebenarnya aku ingin terus bersama sahabat terbaikku, namun
SMA yang kami tuju benar-benar berbeda. Tak kusangka, dia memberikan gitarnya
dengan alasan agar aku menjadi pemain gitar handal yang bisa dia rekrut
seandainya dia menjadi seorang produser.
Semenjak semua itu berlalu, kulalui hidup ini dengan
gitarnya yang selalu kupakai dan kujaga sampai saat ini aku berkuliah semester
2. Gitar Andre benar-benar sebuah sahabat replikanya sendiri yang memberiku
banyak teman melalui musik yang tercipta dari jiwaku sendiri. Sampai saat ini,
ingin selalu ku berikan lagu-lagu yang kuciptakan sendiri untuk sahabatku yang
kini entah dimana itu. Andre, andai saja kamu tahu aku ini sudah jadi anak band, mungkin kamu akan bangga dan
mengerti arti musik bagi hidupku.



Hidup tanpa musik, pasti hampa! Kita bersyukur dengan adanya berbagai macam aliran musik! Menikmatinya sesuai dengan selera masing-masing!
BalasHapus